Posts

Social Media Photography: The Apps (part 2-end)

Image
Aplikasi edit foto di android saya Lanjut bahas soal social media photography, ya. Setelah kemarin soal proses fotonya, sekarang bahas aplikasi fotografinya. Karena saya pakai android, jadi aplikasi yang mau saya bahas adalah aplikasi yang available di play store android. Yuk, cus. We start from the paid and free app. Saya hanya punya dua aplikasi berbayar, Rhonna Design dan A Beutiful Mess. Sementara yang free, banyaaak hahaha... Saya kadang download buat trial dulu. Kalo ga suka, uninstall. Yang saya cari adalah aplikasi foto yang bisa edit dengan hasil yang stunning. Makanya saya suka ngoprekin applikasinya satu-satu. Ada aplikasi yang keliatannya standar-cenderung-cemen, tapi setelah dioprek, dia punya stiker unyu-unyu =))) So, don't judge an application from it's front look *halah* Aplikasi edit foto sering saya pakai buat oprek foto pribadi atau untuk jualan. Dari ngecrop, edit shading, sampe adding text. Semua yang saya upload di Instgram atau Facebook adal...

Banci make up (amateur) episode: peek my make up kit

Image
Ini postingan lanjutan si banci make up amatiran ya, dear... *onlen shop mode on* Yuk mari kita review berbagai macam make up brand, Ada Revlon, Oriflame, Benefit, Max Factor, edebere edebre. Kalo ngecek foto di atas sih kayaknya udah bisa keliatan yaaa level amatirnya. Produk make up yang saya pakai memang masih level drug store . But still, I loooveee them so much. So, lets check them closer on! Maybelline Clear Smooth BB cream, shade natural 02. Dulu sempet lama pake Aqua Gel Foundation. Kalo suka foundie yang light, Maybelline punya beberapa produknya. Karena si Aqua Gel discontinued, beralihlah saya ke BB cream ini. Sama ringannya sih dengan Aqua Gel, bedanya ini BB cream. Muka keliatan a bit flawless, ya. Kadang kalo males bedakan, saya cuma pake BB cream ajah hahaha... Revlon ColorStay Liquid Foundation, shade medium beige. Foundie cair yang level coveragenya medium to heavy ini hanya saya pake kalo kondangan sajah. Waktu nikahan adek kemarin, sempat minta...

Social Media Photography: the basic (part 1)

Image
Suka online shopping, kan? Kalo ada dua seller, kita namai si A dan si B, yang menjual produk yang sama namun mereka memakai teknik foto yang berbeda, akan berbeda pula respon para calon pembelinya, loh... Si A memfoto produknya di lantai. Besar pixelnya sekira lima mega. Fotonya ketika malam hari. Si B, memajang produk jualannya di atas meja polos. Ditemani beberapa daun kering, lalu dibubuhi teks sederhana di pojoknya. Kameranya samalah, sekira lima mega. Seandainya harga yang mereka cantumkan sama, kira-kira mau beli di tokonya A atau B? Saya sebagai online seller baru, merasa foto produk adalah hal nomer satu yang harus dipertimbangkan. Dengan pengalaman mengamati sebagai buyer dan seller, saya mau cerita sedikit soal ini (tapi dua chapter, ha-ha!). Konteksnya ga melulu tentang jualan, sih. Bisa hobi juga, macem masak-masak, jahit, ngeronce, dandan, anything. Memang butuh effort untuk menghasilkan foto yang bagus. Trus, effortnya kayak apa, dong? First, pick a sm...

Postingan banci makeup (amateur) episode: kenapa dandan?

Image
Ijinkanlah kali ini saya mau posting lanjutan tulisan review make up oleh banci dandan amatir, pemirsah! Saya udah bilang amatir, lho, jadi jangan diketawain yeess. *disclaimer* Saya tiba-tiba pengan sekali-kali bahas make up lagi. Dulu udah pernah bahas sih , lama banget. Kalo mau dilihat lagi, postingannya kayaknya bakal sama amatirnya deh hahaha... Saya emang lagi belajar pake bedak, pemirsah. Kenapa tumben-tumbenan? Ada dua hal. Pertama, saya begitu banyak dan serius ngumpulin alat dempul satu persatu dan hampir ga pernah dipake. Misalnya eyeliner. Ngumpulin dari jenis pensil, krayon sampe liquid. Dipake? Engga. Just because I don't know how to wear it. Sumpah, deh. Sering banget ngecek makeup kit dan nemu beberapa barang udah out of date alias kedaluarsa. Oh my. Kedua, sebentar lagi adik saya mau nikah. Hal yang terbayang adalah: didempul puluhan lapis foundie sama tukang rias! *lebay tak terkira* Etapi beneran, ya. Saya sebetulnya males didempul sama tukang rias kecual...

Memo akhir 2014

Image
(Picture from here ) Hai, halo. Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014. Karena tahun kemarin sudah bikin semacam kalaedoskop singkat mengenai hidup saya, kali ini saya ingin menjaga kebiasaan itu tiap akhir tahun. Mungkin bukan jenis kalaedoskop komplit, tapi hanya flash back singkat saja. Here we go. Awal tahun posisi saya sudah di rumah alias resign. Sehari-hari menjaga kehamilan yang kerap bolak-balik check up ke dokter karena bleeding atau flek. Bulan kedua, asisten rumah tangga buru-buru balik kampung. Sejak itu saya bangun lebih pagi untuk menyiapkan kebutuhan sekolah Chiya. Juga sore hari untuk ia mengaji. Ketika itu, siang hari selepas ia sekolah, kami berdua makan buah dingin sambil mengerjakan PR. It was good old days, by the way. Akhir April mulai was-was, flek masih saja hadir sementara usia janin makin matang. Takut sekali kenapa-kenapa. Diputuskan untuk sectio caesaria tanggal 2 Mei. Prosesnya cepat, tapi jauh lebih sakit. Alhamdulilah, saya dan ...

Sampai jumpa, Medela...

Image
Makin banyak botol yang tidak terisi :( Perpisahan ini adalah bulat keputusanku. Sempat ragu untuk benar-benar meninggalkanmu, namun akhirnya kupilih juga. Sebab sejatinya perempuan memiliki suara dan posisi politisnya apabila ia menyadarinya. Dan sejak dulu aku percaya, seorang ibu tidak dinilai baik atau tidak hanya dari susu yang diminum anaknya. Sebagian mungkin merasa ini keluhan tiada henti. Tidak melihatnya sebagai hal yang manusiawi. Tak apa, kadang hidup memang harus jalan sendiri. Mungkin sekitar tujuh bulan, Medela, kamu menemaniku. Membisikanku, menyemangatiku di tiap detik tanganku berjungkit berjuang meraih tetes demi tetes ASI. Aku harus beradaptasi dengan jari yang kapalan atau sendi tangan yang kerap nyut-nyutan. Tak pernah menyangka pekerjaan (yang dilihat sebagian orang) sepele ini ternyata melelahkan. Ya, Medela, lelah. Begitu banyak friksi, begitu banyak drama, ketika kita masih bersama. Kau mungkin satu-satunya saksi yang tahu bagaimana kantung ma...

Talking about education (again)

Image
Gaya banget, ya. Bacain temennya buku cerita, padahal sama-sama blom bisa baca tuh :)) It started when I want to get some worksheet about “sorting numbers” . Soalnya pas Chiya kasih lembar ulangan harian matematikanya, dia banyak salah di materi itu. Karena saya pengen dapet worksheet yang bagus, jadilah saya googling. Tapi ternyata susah. Di beberapa website yang biasa saya sambangi buat cari worksheet, gak ada. Di beberapa situs lain juga gak ada. Mulailah saya curiga: sebetulnya materi ini diajarkan di luar nagari sana gak sih?   Well, since I’m not a pro for the expensive schools, no offense ya buat yang nyekolahin anaknya di sekolah mahal. We have to agree to disagree first :)   Googling worksheet pun berakhir dengan browsing materi belajar first grade di luar nagari. Iseng, saya coba search juga tentang “ when do kids learn substraction ”. Jawabannya hampir serempak: third grade. Jadi, ada perbedaan nih. Pertama , di sana tidak diajarkan untuk mengurutkan bi...