Posts

Showing posts with the label Pregnancy and stuff...

Lesson learned: why ASI booster never works on me

Punya anak ketiga membuat saya makin mempersiapkan diri untuk (((menyongsong))) masa menyusui. Berharap masa menyusui kali ini akan jauh lebih lancar-aman-terkendali macem arus mudik. Because, both my first and second child are I considered as breastfeed failed back then. Chiya, hanya menyusui sampai usia enam bulan saja. Waktu itu sempat berkali-kali nursing strike which, I didn’t notice and never did something to make it better. Stupid me, yes I know. Puncaknya, dia nursing strike for the whole night and totally refused to breastfeed. I prayed we were still alive when the dawn breaking. (Lebaynyaaaa ga kira-kira.) I did pump breastmilk, with a simple device look like a horn. It was seriously painful, by the way. Since Chiya never likes milk, yes, she also refused it. At last, she drank milk only less than sixty millilitres a day until she was two or three. And she never finished it off. Sementara Levi, di usia dua bulan sempat (((dioplos))) susu formula. Direct breastfeed...

About my 34th weeks of my third pregnancy

Image
See you soon, baby! Terakhir nulis soal kebuntingan di sini, trus tahu-tahu sekarang posting kebuntingan (lagi). Ya, ini kebuntingan ketiga saya. Udah masuk trimester ketiga, kira-kira sekarang udah 34 week-lah. Tiap hamil pasti ada cerita uniknya sendiri. Hamil pertama, mual-mual bisa sampe trimester ketiga. Saya masih ingat pada suatu malam saya pengen banget makan mie ayam. Semangkuk saya tandas habis. Eh baru pulang trus semangkuk mie itu keluar semua :| Lalu satu malam minggu kami main-main ke Jogja Art Gallery di deket Alun-alun Utara. Kelar muter, keluar galeri trus saya kerasa capek. Duduk sebentar trus seerrrr . Something flew and came out through my pants. About three days after, I had to had my first sectio that night because the things flew out was the amniotic. *zzzzz* Hamil kedua, saya bolak-balik harus bed rest. Sampai akhirnya dengan berat hati memutuskan resign kerja. Sepanjang hamil itu, saya ngeflek dan pendarahan terus. Pendarahannya yang kaya...

Trimester Ketiga (updated)

Kali ini mau cerita tentang trimester ketiga, yah. Karena trimester kedua udah lewat, jadi diskip aja ceritanya *hihihihi*. Postingan ini semacam rangkuman gitu, karena kemarin-kemarin bener-bener gak kuat kalo ngetik lama di laptop. Hari ini usia kehamilan udah jelang 39 week. Ini didapat dari perhitungan hari pertama menstruasi terakhir. Kalo dari USG sih udah didapet HPL-nya (hari perkiraan lahir), yaitu estimasi sekitar 25 April sampe 4 Mei. Berat janin sampe terakhir kontrol Sabtu kemarin sekitar 2,9 kg. Panteslah, saya mulai pegel, susah bergerak dan berasa bawa badan segede traktor gituh… Kenaikan berat badan saya udah melampaui angka kenaikan waktu hamil pertama. Kalo dulu “hanya” sepuluh kilo sampai melahirkan, saat ini udah mencapai belasan (dan belum lahiran *glek*). Yang berasa banget sih pas ngaca, perut besaaaar banget. Yang lain juga sih *uhuk*   Nah, untuk persiapan melahirkan, sejak masuk trimester kedua saya dan suami mulai cari-cari rumah sakit yang bisa men...

Frequent-stupid-ly Asked Question

Image
Gambar dari sini Ada kalanya sejak masa kehamilan kedua ini tiap orang yang saya temui banyak bertanya soal kabar, kondisi kehamilan dan sebagainya. Masalah muncul ketika tiap orang bertanya hal yang sama. Bosen campur eneg. Belum lagi kalau orang yang itu-itu saja, bertanya hal yang itu-itu juga. Rada bebal sih, menurut saya. Atau dia gak punya bahan perbincangan lain. Atau dia punya short term memory loss . Atau… Yang pasti, sebagian dari mereka entah kenapa tiba-tiba merasa lebih canggih dari cenayang dan lebih pintar dari dokter SpOG. Mereka-mereka ini adalah orang yang memberi banyak nasihat tanpa saya minta. Kesannya baik, ya? Engga juga. Karena nasihatnya justru tidak saya butuhkan. Karena isi nasihat dan sarannya malah justru berisi kalimat-kalimat negatif. Boro-boro mensupport, kadang malah menyalahkan saya atas apa yang terjadi sama saya. Saya ini ibu hamil yang bahagia, lho. Tanpa komentar-komentar mereka, tentu saja. Nah, saking saya merasa sepertinya “gempuran” pe...

Klinik Permata Bintaro

Image
Sekarang mau cerita-cerita soal Klinik Permata Bintaro, ah. Klinik yang belakangan jadi tempat andalan ketika keluarga kami sakit. Awalnya dulu kenal klinik ini karena rekomendasi bidan waktu kami konsultasi program hamil. Dikasih tahu, bahwa di sana ada dokter kandungan perempuan, muslim dan menurutnya bagus. Telaten, katanya. Ya wis, ketika ada waktu, kami mulai menuju TKP. Waktu itu kami cari-cari klinik itu, ketemu. Tidak jauh dari STAN. Karena belum mau periksa dan hanya survey lokasi dulu, difoto-foto lah itu plang yang ada jadwal praktek dokternya dong. Pas udah niat mau ke sana, eeehh, kliniknya tutup bok! Bukan tutup dalam arti sedang tidak praktek, tapi beneran kosong. Plangnya hilang, rumahnya kosong. Wah, bangkrut jangan-jangan.. :p Lemes yah, udah niat mau ketemu si dokter, eh belum jodoh. Ya sudah, karena kami tidak ngoyo banget, klinik itu pun terlupakan. Sampai akhirnya, kami menemukan kembali klinik itu di tempat yang baru. Dekat dengan perempatan menuju Bintaro Pl...

Hamil [lagi]!

So, I'm pregnant again. Kali ini memang sudah lama dinanti :D. Jadi waktu itu saya merasa sedang dalam fase PMS ( pre menstrual syndrome ), tapi kok ada beberapa gejala sebelum mens yang tidak muncul ya? Karena siklus mens saya sudah mulai teratur dalam empat-lima bulan terakhir, saya mulai curiga meski masih cuek. Soalnya, sebelumnya ketipu juga. Saya kalau mau mens pasti mual. Mirip kayak orang hamil kan? Nah, kali itu saya masih cuek, sampai telatnya sudah mendekati seminggu. Tapi dalam hati merasa sepertinya saya hamil. Saya sempat pakai test pack, tapi hasilnya ga valid karena saya tidak pakai cawan dan saya basahi begitu saja waktu pipis, hahahaha... Jadinya itu test pack basah sampai separuhnya. Lalu ketika kami melewati toko obat, suami bilang: "sana gih beli test pack lagi. Tapi sekarang kamu yang beli, siapa tahu kalau kamu yang beli positif." (Logika dari mana coba? -_____-') Akhirnya saya yang turun dan beli itu test pack. Beli dua sekalian dan minta y...

Puskesmas, suntik dan kontrasepsi

Image
Saya sudah lima tahun langganan kontrasepsi suntik 3 bulan. Dan saya SELALU suntik di Puskesmas. Norak? Biarin. Saya punya apresiasi lebih untuk tenaga dan fasilitas kesehatan di level puskesmas. Sebab saya pernah ikut sebuah riset kecil tentang pelayanan kesehatan (ibu dan anak) dan saya sadar betapa pemerintah sebetulnya sudah melalukan upaya-upaya untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan. Kendalanya? Tentu saja di masyarakat. Tentu saja di mindset yang memposisikan Puskesmas (dan pelayanan kesehatan pemerintah lainnya) seolah-olah "tidak ada apa-apanya" dibanding pelayanan kesehatan swasta. Toh banyak orang yang secara ekonomi relatif tidak bisa meng-cover biaya kesehatan keluarga, sementara di sisi lain mereka gengsi untuk mengakses Jamkesmas atau Askes. Honestly, saya pun tak mau mengeneralisir bahwa pelayanan kesehatan pemerintah adalah 100% lebih baik dibandingkan swasta. Tidak. Toh, saya juga mengalami beberapa hal yang tidak mengenakkan...

Selamat menjadi ibu!

Belakangan ini saya mendengar dan mengetahui bahwa beberapa teman saya sedang hamil. Ada yang sedang menanti kelahiran, ada yang umur janinnya baru beberapa mingguan dan (yang paling) baru, ada yang tadi pagi baru pakai test pack . Saya merasa lucu saja. Sebab, ternyata peristiwa (menakjubkan) itu sudah saya lalui beberapa tahun lalu. And now is their turn . Saya benar-benar ikut kesetrum bahagia. Buat saya proses kehamilan begitu indah, begitu mengharukan. Apalagi kehamilan yang pertama (selain karena saya belum pernah hamil yang kedua ^_^). Dan ketika saya mengetahui beberapa teman dekat sedang hamil, wwiii..... ikut senang, pokoknya. Sebetulnya, pengalaman kehamilan saya biasa-biasa saja. Maksudnya, sama saja seperti yang lain: pakai acara morning sick (kalau saya mengalami itu for almost about the whole nine months ! Capek kan?), tapi tanpa ngidam (dalam makna sebenarnya, ngidam yang minta mangga muda [harus] tengah malam, atau yang merepotkan lainnya). Dan dari semua pengala...