Ave Maryam: kelindan cinta (ato nafsu?) antar manusia di tengah agama
Souce: here Hari Minggu kemarin, gue berkesempatan nonton Ave Maryam. Ave Maryam ini konon film yang udah keliling di beberapa festival film internasional sejak 2018 , baru kemudian membuka layar melalui bioskop ke penonton nusantara. Rasa-rasanya dalam beberapa tahun ini, film-film berkualitas memilih untuk ikut festival film internasional dulu baru kemudian ngasih kesempatan penonton tanah air lewat bisokop. Ini bisa jadi adalah strategi pembuat film yang karyanya memang tidak ditujukan untuk industri film arus utama. Jadi alih-alih "cek ombak" di negeri sendiri, mereka justru langsung jemput bola ke berbagai festival film internasional. Soalnya mungkin sering "cek ombak" tapi yang ada malah dapet kontroversi. Padahal ketika ketemu festival film internasional, karya-karya itu masuk nominasi atau malah jadi pemenang. Karena bukan jenis film arus utama yang bisa mengakomodasi banyak kategori penonton, maka Ave Maryam ini bakal gak lama dapet jatah layar...