Posts

Showing posts with the label Movie Review

Ave Maryam: kelindan cinta (ato nafsu?) antar manusia di tengah agama

Image
Souce: here Hari Minggu kemarin, gue berkesempatan nonton Ave Maryam. Ave Maryam ini konon film yang udah keliling di beberapa festival film internasional sejak 2018 , baru kemudian membuka layar melalui bioskop ke penonton nusantara. Rasa-rasanya dalam beberapa tahun ini, film-film berkualitas memilih untuk ikut festival film internasional dulu baru kemudian ngasih kesempatan penonton tanah air lewat bisokop. Ini bisa jadi adalah strategi pembuat film yang karyanya memang tidak ditujukan untuk industri film arus utama. Jadi alih-alih "cek ombak" di negeri sendiri, mereka justru langsung jemput bola ke berbagai festival film internasional. Soalnya mungkin sering "cek ombak" tapi yang ada malah dapet kontroversi. Padahal ketika ketemu festival film internasional, karya-karya itu masuk nominasi atau malah jadi pemenang. Karena bukan jenis film arus utama yang bisa mengakomodasi banyak kategori penonton, maka Ave Maryam ini bakal gak lama dapet jatah layar...

The Patience Stone (2013)

Image
Kadang ada masa di mana gue pengen nonton film-film yang ada di daftar “ best movies ever ”, atau yang macem pemenang film festival gitu. Tapi, ya, film-film itu biasanya bertema besar sosial-kultural dan berdasarkan peristiwa nyata. Alhasil, apa-apa yang terjadi di atas permukaan bumi ini bisa muncul dalam adegan-adegan di film itu. Dan pada beberapa hal, itu bukan kabar baik buat gue. Gue udah bukan tipikal penonton yang ga bisa ga baper liat adegan ga manusiawi, huhu. Jadi suatu malam gue coba nonton 12 Years of Slave , gue ga bisa bertahan lebih dari empat menit, haha. FYI, itu dari filmnya mulai—sampai, yha, empat menitan itu tadi— scene­ -nya tentang orang-orang budak di suatu persembunyian atau semacam tempat penyiksaaan(?). Gue bener-bener tutup laptop waktu tokoh utamanya digebukin gak kelar-kelar pake sebongkah kayu(?). Serius, DIGEBUKIN. Macem kasur. Serius. Who the hell on earth can stand with such an horrible scene like that? Ya minimal buat kaum kayak g...

A Sisyphus in Each of Us: a movie review of “The Pursuit of Happyness”

Image
Disclaimer: this post was written as my last assignment for the "Cross-Cultural Understanding" subject on my English Extension Course, Sanata Dharma University. Well, yeah, kind of "urik" because I just still can't find a time for writing a blog post. But speaking of which, I made an A grade for the subject. Wohoooo!! So, enjoy my piece. :) There are not many good movies I know. For a non-movie freak, all I know is only Forrest Gump and Radio . Both are perspective-changing movies and made me burst into cry. I already heard about The Pursuit of Happyness (PH), but I did not take it seriously before as a must-have watch movie. One thing a movie considered as a good one is when it doesn’t fulfil our expectations and gives us a totally different angle from an ordinary story. It is called twist. And PH has them both. A man named Chris lives in San Fransisco with his wife and a son. He is a salesman of a bone checker device which its weight equals wi...

Movie Review: Moana

Image
  (Pict from here ) Sudah nonton Moana, belum? Saya sudah nonton waktu masih awal launching. Tumben sih, soalnya waktu itu gak ada agenda weekend lainnya. Karena Chiya sudah beli bukunya sejak filmnya belum diputar, kami sudah dapet spoiler deh. Walau ikutan baca bukunya (meski tak sampai habis), filmnya tetap gak mengecewakan, kok. Mari saya ceritakan. Moana ini adalah proyek film anak-anak karya rumah produksi besar, Disney. Disney kadang memproduksi film anak-anak yang menurut saya gak terlalu anak-anak. Well, ini sih subyektif, ya. Misalnya, The Croods yang menghadirkan sosok anak lelaki yang too obvious to see bahwa dia ditaksir—atau, diidolakan lah—sama anak perempuannya Crood. Falling in love is human, but I think those scene shouldn’t be put in kids movie.   Minimal di film remaja, deh. Alasan ini yang kadang bikin males ngajak Chiya nonton film-film tema princess. Selain parno sama Cinderella complex, sih. Selain itu, film anak-anaknya pun kebanyakan girl ...

Menjadi Kritis atau Pasif Adalah Pilihan

Image
Gambar dari sini Saya sebetulnya bukan tipe movie freak. Gak usah jauh-jauh deh, saya bakal lebih memilih nungguin film diputar di tivi daripada harus ke bioskop. Pergi ke bioskop bisa dihitung deh. Belakangan kebanyakan nonton di bioskop karena ngajak anak saya. Makanya saya engga aware sama film-film baru, hehehe... Film yang mau saya bahas adalah The Help (as seen above). Ini adalah film yang dirilis tahun 2011 dan baru saya tonton belakangan ini, hehehe... Itupun karena diputar di HBO. Kalo engga, mana saya ngerti ada film bagus macam ini :p Diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Kathryn Stockett, film ini temanya rasisme dari perspektif perempuan. Ngeri ya? :p Adalah Eugenia "Skeeter" Phelan (diperankan oleh Emma Stone), seorang jurnalis perempuan muda yang sedang merintis karir menulisnya dengan berencana menerbitkan sebuah buku. Ia adalah ikon perempuan pemberani yang tidak mengikuti jejak teman-teman sebayanya yang kuliah sembari mencari...

Negeri 5 Menara: a movie review

Image
One afternoon we were confused to choose what movie we’d like to watch. Our choice was between Negeri 5 Menara (N5M) and Hugo. Since we didn’t really know Hugo, so our choice goes to N5M. My hubby has the novel, but we haven't read it yet. But I really curious after read some comments and responses from some people who have watched the film which makes me want to watch it . Long story short, the tickets brought us to the movie. The cinema room was not filled for more than one quarter. Some audiences are kids with their mother or family. You can count some couples only by the left hand , me and my hubby included . It’s funny to see how a good movie (or a movie that based-on-a-novel) is not more attractive for some audience s than the pocong-kuntilanak-whatsoever movies , t hough it has the same price . Well, choosing what’s entertaining in a movie is indeed subjective .   Actually, there are some good local movies from good movie makers too. But we have to admit that on...