Posts

Showing posts with the label 30 Hari Bercerita

Retno dan Senyumnya yang Pudar

"Mbak, ayo temenin gue." "Aduh. Lagi?" "Iya. Abis, mo gimana? Retno udah mohon-mohon banget, nih." Di situlah kemudian kami berdua , d i pojokan lapangan mungil yang gelap dan muram dekat toko kelontong kecil. Satu-satunya sumber cahaya adalah dari toko kelontong itu. "Lama gak kira-kira?" Aku bertanya sebab rasa dahaga mulai menggangguku. Bagaimana tidak haus jika kau berdiri dan berbincang sambil berdiri cukup lama ? "Retno bilang tadi cuma sebentar aja. Yang penting Aa Hasan sudah tenang." "Itu dia beneran bawa pisau?" Aku melirik toko kelontong yang mulai diturunkan separuh rolling door -nya. Jelas saat ini sudah pukul sembilan lebih. Tak ada toko atau warung yang bertahan buka lebih larut dari toko ini. "Gak tau, Mbak. Tapi kalo bawa, kan pasti geger ini satu kompleks." Ya jelas lah. Gegernya bukan karena Hasan bunuh diri, melainkan dia pasti disumpah serapahi bapak-bapak dan om-om tentara: mati ...

Abah dan Yudi

Stasiun Kalibata malam itu telah basah. Berbeda ketika ia baru naik dari Sudirman tadi, baru mendung bergantung . [ Tukang makanan sudah tiba .] Pesan pendek dari Abah hadir menyambutnya yang sedang berjalan keluar stasiun. [ Abah makan duluan aja. Yudi baru turun stasiun ini. ] Ia membalas sembari berjalan pelan. [ Abah masih mau isya dulu , kok . ] Sama seperti dua malam sebelumnya, Abahnya berkenan menantinya pulang dan makan bersama. Abah sempat menawarkan diri untuk memasak untuknya, tapi tak ada supermarket yang menjual bahan masakan mentah di apartemennya. Apalagi pasar terdekat. "Abah masih bisa bikin ikan goreng, Yud", selorohnya ketika hari itu ia baru saja sampai. "Yah, walau mungkin tidak seenak punya Umi." Abah kemudian terkekeh. Setelah Umi wafat tahun 2014 lalu, Abah tinggal bersama Mbak Ratih, kakak tertuanya yang rumahnya tak terlalu jauh dari makan Umi. Rumah dan kebun Abah segera dijual, sebab Abah tak ingin menempati rumah itu send...

Move on, Alex!

Image
"I wrote a long paragraph last night." She sat in front of me and took a toast that already cold. "About Jo?" I asked her while still holding my book. She nodded while chewing. "This pain is too heavy to endure." I nodded too. Alex and Jo made two fabulous years of relationship. They looked fine. Everything seemed good. Until one day Jo said he wanted to leave. Not going anywhere but left from Alex. Since that day, Alex spent her days  mostly   in my dorm. She was doing everything except being normal. She cried a lot , r efused to eat and didn't be able to attend classes. All of her friends came by but then they gave up. They just didn't get  why it was that HARD for her to move along with her life . A life that quite delightful. You know, gold and glitters. She, actually, has them all. "But I just want to keep it myself, not give anyone a chance to read it." I guess she talked to me. "I don't want to read either...