Posts

Cinta Setengah Tiang yang tidak setengah hati. Dan manis.

Image
Kalau ada penulis yang suka menulis dari perspektif cinta yang sederhana, salah satunya pastilah Ieda Teddy. Aktif ikutan FF ( fan fiction ) dan berpuisi di timeline -nya membuat kemampuan berbahasanya yang (menurut saya) menjadi begitu khas. Kalau memperhatikan timenlinenya, Neng Ieda ini selalu ngetweet dengan bahasa yang lembut, even she’s on a bad mood ! Buku pertamanya, Cinta Setengah Tiang yang diterbitkan secara indie , adalah buku kumpulan cerita pendek yang sebagian di antaranya adalah beberapa tulisan yang pernah diunggah ke Tumblr-nya. Di bukunya ini, kebanyakan cerita berangkat dari setting cerita yang sederhana, cenderung menggunakan frame kehidupan sosial seperti kisah waria, pelacur, dan potongan kecil cerita orang-orang miskin. Walau setting yang dipakai mirip-mirip, Neng selalu memilih inti cerita dari angle yang berbeda-beda. Misalnya, dalam cerita Tuhanku Selaput Dara dan Kutang Merah yang keduanya berkisah mengenai kehidupan pelacur.  Selain itu,...

[The Delights of] Pasar Asemka, part II

Kadang saya suka iseng cek blog stat . Sekadar ingin tahu seberapa tinggi traffic di blog saya. Dari situ, saya justru dapat banyak sekali info mengenai blog traffic . Mulai dari postingan yang paling banyak dikunjungi sampai web source (dari mana mereka "berangkat" sampai bisa mampir ke blog saya). Sampai saat ini, ada three top posts, yaitu Cosmetic Review , Pasar Asemka dan Simple Guidance for Simple Goodie Bag . Dan saya paling hepi kalau lihat angka traffic Pasar Asemka. Kenapa Happy? Pertama, just like another woman does, shopping is just like paradise. Apalagi kalau berhasil nemu most wanted item yang jauh lebih murah dari budget. Wuuiiihhh.... Kedua, entah mengapa, saya suka hunting ke pasar tradisional. Ada beberapa hal yang menurut saya pasar tradisiional tetap harus "diperjuangkan". Bagi awam seperti saya, salah satu cara adalah dengan menggunakan "hak pilih" saya. Memilih pasar dari pada mall, misalnya. Sebab, saya masih meyakini bah...

Antologi Rasa: on my view

Image
  Ini novelnya Ika Natassa kedua yang saya baca. Buku yang pertama Divortiare, kedua Antologi Rasa. Nah, karena dulu Divortiare cuma minjem, dan kali ini Antologi Rasa-nya beli, maka sekarang mau resensi soal novel Antologi Rasa ini yaaa... Monggo... Novel ini secara garis besar bercerita tentang cinta beberapa orang yang berada dalam a friendship circle . Adalah Harris Risjad (seorang player level PK—penjahat kelamin) who adores  Keara. Adalah Keara ( a goddess bitch who always living happily, laughing freely and loving softly ) who keeps her truly-honest love only for Ruly. And meet Ruly ( a geek-workaholic and sports addict ) who never could ever forget how Denise always succeed took him into her heart. And oh, Denise is married with Kemal—a bastard husband, you named it. Such a cheesy romance, actually. But you have to read it first . (Kalau kata penulisnya sih: BELI BUKUNYA, JANGAN PINJEM!) Enough about the story and tokoh-tokohnya. Now, I’m gonna talking ab...

Lacto Ovo Vegan to be: a diary (one)

Image
Ini sebetulnya niat yang sudah agak lama hibernasi di dalam pikiran saya. Sempat membuat blue print nya namun belum juga dilaksanakan. Sampai akhirnya saya membaca sebuah wawancara dengan Dewi Lestari, si ibu suri. Dalam wawancara itu , dia menyebutkan: gizi dan kesehatan lebih penting dari sekadar piknik lidah. Dari situ, saya merasa ada banyak kesamaan persepsi dengan yang diungkapkan Mbak Dee. Salah satunya ya itu, bahwa makanan seenak apapun hanya bertahan sampai lidah. Selebihnya tidak. Motivasi saya untuk mengubah mind set makan saya pun makin kuat. Yang penting: motivasinya jangka panjang. Saya optimis bisa, karena Mbak Dee yang awalnya juga merasa agak kesulitan toh akhirnya berhasil. Dulu saya rajin puasa Senin-Kamis (penting ya, untuk di Bold). Rajin banget, malah. Sampai-sampai meski tidak pernah sahur, saya tetap berpuasa. Yang saya rasain sih, badan terasa segar dan fit. Awal mengapa saya rajin puasa adalah waktu itu saya harus mondar-mandir ke kampus dalam r...

Cosmetic Review

Image
I dunno, this idea just come up on my mind. Tidak beniat buat centil-centilan apalagi show off yaaa… (atau promosi) Saya hanya merasakan betapa sulitnya dulu waktu saya googling tentang kosmetik. Karena kebanyakan yang saya dapat itu yang merek mahal. Yang belinya aja harus ke Grand Indonesia (atau pre-order dari Hongkong, halah!). Ceritanya dulu itu mau belajar dandan. Mumpung belum kerja, ya up grade make up skill dulu deh , hihihihi… Pasti trus ada yang jahil nanya: sekarang udah jago dandan dong? Jawabannya: ya gitu deeehhh…. Ceritain gak yaaaaa ;p So, here ’s the list come to you Sabun muka : dulu sempat setia sama Dove, tapi sejak produk ini udah lama banget susah dicari di mana-mana (I mean it: everywhere!), akhirnya pindah ke lain hati deh. Dulu Dove itu cocok banget sama kulit wajah saya. Enak dipakai, lembut dan menyisakan rasa lembap yang jarang ada pada beberapa merek sabun muka. Singkatnya, enaklah! Sayang, sudah tidak produksi lagi. Pelembab muka : ...