Posts

Postingan banci makeup (amateur) episode: kenapa dandan?

Image
Ijinkanlah kali ini saya mau posting lanjutan tulisan review make up oleh banci dandan amatir, pemirsah! Saya udah bilang amatir, lho, jadi jangan diketawain yeess. *disclaimer* Saya tiba-tiba pengan sekali-kali bahas make up lagi. Dulu udah pernah bahas sih , lama banget. Kalo mau dilihat lagi, postingannya kayaknya bakal sama amatirnya deh hahaha... Saya emang lagi belajar pake bedak, pemirsah. Kenapa tumben-tumbenan? Ada dua hal. Pertama, saya begitu banyak dan serius ngumpulin alat dempul satu persatu dan hampir ga pernah dipake. Misalnya eyeliner. Ngumpulin dari jenis pensil, krayon sampe liquid. Dipake? Engga. Just because I don't know how to wear it. Sumpah, deh. Sering banget ngecek makeup kit dan nemu beberapa barang udah out of date alias kedaluarsa. Oh my. Kedua, sebentar lagi adik saya mau nikah. Hal yang terbayang adalah: didempul puluhan lapis foundie sama tukang rias! *lebay tak terkira* Etapi beneran, ya. Saya sebetulnya males didempul sama tukang rias kecual...

Memo akhir 2014

Image
(Picture from here ) Hai, halo. Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014. Karena tahun kemarin sudah bikin semacam kalaedoskop singkat mengenai hidup saya, kali ini saya ingin menjaga kebiasaan itu tiap akhir tahun. Mungkin bukan jenis kalaedoskop komplit, tapi hanya flash back singkat saja. Here we go. Awal tahun posisi saya sudah di rumah alias resign. Sehari-hari menjaga kehamilan yang kerap bolak-balik check up ke dokter karena bleeding atau flek. Bulan kedua, asisten rumah tangga buru-buru balik kampung. Sejak itu saya bangun lebih pagi untuk menyiapkan kebutuhan sekolah Chiya. Juga sore hari untuk ia mengaji. Ketika itu, siang hari selepas ia sekolah, kami berdua makan buah dingin sambil mengerjakan PR. It was good old days, by the way. Akhir April mulai was-was, flek masih saja hadir sementara usia janin makin matang. Takut sekali kenapa-kenapa. Diputuskan untuk sectio caesaria tanggal 2 Mei. Prosesnya cepat, tapi jauh lebih sakit. Alhamdulilah, saya dan ...

Sampai jumpa, Medela...

Image
Makin banyak botol yang tidak terisi :( Perpisahan ini adalah bulat keputusanku. Sempat ragu untuk benar-benar meninggalkanmu, namun akhirnya kupilih juga. Sebab sejatinya perempuan memiliki suara dan posisi politisnya apabila ia menyadarinya. Dan sejak dulu aku percaya, seorang ibu tidak dinilai baik atau tidak hanya dari susu yang diminum anaknya. Sebagian mungkin merasa ini keluhan tiada henti. Tidak melihatnya sebagai hal yang manusiawi. Tak apa, kadang hidup memang harus jalan sendiri. Mungkin sekitar tujuh bulan, Medela, kamu menemaniku. Membisikanku, menyemangatiku di tiap detik tanganku berjungkit berjuang meraih tetes demi tetes ASI. Aku harus beradaptasi dengan jari yang kapalan atau sendi tangan yang kerap nyut-nyutan. Tak pernah menyangka pekerjaan (yang dilihat sebagian orang) sepele ini ternyata melelahkan. Ya, Medela, lelah. Begitu banyak friksi, begitu banyak drama, ketika kita masih bersama. Kau mungkin satu-satunya saksi yang tahu bagaimana kantung ma...

Talking about education (again)

Image
Gaya banget, ya. Bacain temennya buku cerita, padahal sama-sama blom bisa baca tuh :)) It started when I want to get some worksheet about “sorting numbers” . Soalnya pas Chiya kasih lembar ulangan harian matematikanya, dia banyak salah di materi itu. Karena saya pengen dapet worksheet yang bagus, jadilah saya googling. Tapi ternyata susah. Di beberapa website yang biasa saya sambangi buat cari worksheet, gak ada. Di beberapa situs lain juga gak ada. Mulailah saya curiga: sebetulnya materi ini diajarkan di luar nagari sana gak sih?   Well, since I’m not a pro for the expensive schools, no offense ya buat yang nyekolahin anaknya di sekolah mahal. We have to agree to disagree first :)   Googling worksheet pun berakhir dengan browsing materi belajar first grade di luar nagari. Iseng, saya coba search juga tentang “ when do kids learn substraction ”. Jawabannya hampir serempak: third grade. Jadi, ada perbedaan nih. Pertama , di sana tidak diajarkan untuk mengurutkan bi...

Trimester Ketiga (updated)

Kali ini mau cerita tentang trimester ketiga, yah. Karena trimester kedua udah lewat, jadi diskip aja ceritanya *hihihihi*. Postingan ini semacam rangkuman gitu, karena kemarin-kemarin bener-bener gak kuat kalo ngetik lama di laptop. Hari ini usia kehamilan udah jelang 39 week. Ini didapat dari perhitungan hari pertama menstruasi terakhir. Kalo dari USG sih udah didapet HPL-nya (hari perkiraan lahir), yaitu estimasi sekitar 25 April sampe 4 Mei. Berat janin sampe terakhir kontrol Sabtu kemarin sekitar 2,9 kg. Panteslah, saya mulai pegel, susah bergerak dan berasa bawa badan segede traktor gituh… Kenaikan berat badan saya udah melampaui angka kenaikan waktu hamil pertama. Kalo dulu “hanya” sepuluh kilo sampai melahirkan, saat ini udah mencapai belasan (dan belum lahiran *glek*). Yang berasa banget sih pas ngaca, perut besaaaar banget. Yang lain juga sih *uhuk*   Nah, untuk persiapan melahirkan, sejak masuk trimester kedua saya dan suami mulai cari-cari rumah sakit yang bisa men...

Frequent-stupid-ly Asked Question

Image
Gambar dari sini Ada kalanya sejak masa kehamilan kedua ini tiap orang yang saya temui banyak bertanya soal kabar, kondisi kehamilan dan sebagainya. Masalah muncul ketika tiap orang bertanya hal yang sama. Bosen campur eneg. Belum lagi kalau orang yang itu-itu saja, bertanya hal yang itu-itu juga. Rada bebal sih, menurut saya. Atau dia gak punya bahan perbincangan lain. Atau dia punya short term memory loss . Atau… Yang pasti, sebagian dari mereka entah kenapa tiba-tiba merasa lebih canggih dari cenayang dan lebih pintar dari dokter SpOG. Mereka-mereka ini adalah orang yang memberi banyak nasihat tanpa saya minta. Kesannya baik, ya? Engga juga. Karena nasihatnya justru tidak saya butuhkan. Karena isi nasihat dan sarannya malah justru berisi kalimat-kalimat negatif. Boro-boro mensupport, kadang malah menyalahkan saya atas apa yang terjadi sama saya. Saya ini ibu hamil yang bahagia, lho. Tanpa komentar-komentar mereka, tentu saja. Nah, saking saya merasa sepertinya “gempuran” pe...

Menjadi Kritis atau Pasif Adalah Pilihan

Image
Gambar dari sini Saya sebetulnya bukan tipe movie freak. Gak usah jauh-jauh deh, saya bakal lebih memilih nungguin film diputar di tivi daripada harus ke bioskop. Pergi ke bioskop bisa dihitung deh. Belakangan kebanyakan nonton di bioskop karena ngajak anak saya. Makanya saya engga aware sama film-film baru, hehehe... Film yang mau saya bahas adalah The Help (as seen above). Ini adalah film yang dirilis tahun 2011 dan baru saya tonton belakangan ini, hehehe... Itupun karena diputar di HBO. Kalo engga, mana saya ngerti ada film bagus macam ini :p Diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Kathryn Stockett, film ini temanya rasisme dari perspektif perempuan. Ngeri ya? :p Adalah Eugenia "Skeeter" Phelan (diperankan oleh Emma Stone), seorang jurnalis perempuan muda yang sedang merintis karir menulisnya dengan berencana menerbitkan sebuah buku. Ia adalah ikon perempuan pemberani yang tidak mengikuti jejak teman-teman sebayanya yang kuliah sembari mencari...