Posts

Cosmetic Review

Image
I dunno, this idea just come up on my mind. Tidak beniat buat centil-centilan apalagi show off yaaa… (atau promosi) Saya hanya merasakan betapa sulitnya dulu waktu saya googling tentang kosmetik. Karena kebanyakan yang saya dapat itu yang merek mahal. Yang belinya aja harus ke Grand Indonesia (atau pre-order dari Hongkong, halah!). Ceritanya dulu itu mau belajar dandan. Mumpung belum kerja, ya up grade make up skill dulu deh , hihihihi… Pasti trus ada yang jahil nanya: sekarang udah jago dandan dong? Jawabannya: ya gitu deeehhh…. Ceritain gak yaaaaa ;p So, here ’s the list come to you Sabun muka : dulu sempat setia sama Dove, tapi sejak produk ini udah lama banget susah dicari di mana-mana (I mean it: everywhere!), akhirnya pindah ke lain hati deh. Dulu Dove itu cocok banget sama kulit wajah saya. Enak dipakai, lembut dan menyisakan rasa lembap yang jarang ada pada beberapa merek sabun muka. Singkatnya, enaklah! Sayang, sudah tidak produksi lagi. Pelembab muka : ...

Test Pack: rethinking about marriage

Image
I just bought Test Pack (a novel by Ninit Yunita) last Saturday (a few months ago, actually). Well, it was an accident means I didn't have any intention to buy any books at that time. We went to the book store and I just couldn't resist a (guilty) pleasure inside me. Why guilty? Because that time I was broke. Eerrrr… In short, I was amazed by the way Ninit describing marriage things. I’ve been read some novels with the same big theme, but I have to confess that THIS ONE IS REALLY AWESOME. To mention some: the plot she built is good, the characters are well-written, for me, she succeed to choose a simple story with a good point of view, and the most important one is she makes a smooth start so you just can’t stop reading until you’ve finished it. Yes, a page-turner! It’s quite difficult to make a story about marriage and explain the things precisely. So far I like how Tatyana tells about marriage thingy on her book(s), especially Jakarta Kafe ...

Bekerja: dilema perempuan kekinian

Image
Hari Rabu kemarin (18 April 2012), saya berkesempatan menghadiri seminar yang diselenggarakan Ikatan Alumni ITS bekerja sama dengan SPIRITS (Semangat Perempuan Insinyur ITS).  Seminarnya berjudul “ Woman Leadership & Entrepreneurship Integrated Seminar ”. Sebagai pembicara tamu antara lain Bapak Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dan Ibu Linda Gumelar (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Narasumbernya ada Ibu Dewi Motik (Ketua Kowani), GKR Hemas (Ketua DPD), Ibu Susi (pemilik Susi Air) dan Ibu Risma (Walikota Surabaya). Paparan Bu Linda cukup membuat pencerahan bagi saya. Perempuan di Indonesia kini sebetulnya telah mencapai tingkat pendidikan yang sama tingginya dengan kaum lelaki, namun ketika mencapai bidang pekerjaan akses terhadap perempuan masih terbatas.  Pernyataan ini SANGAT ada benarnya. Saya sendiri menengarai ada dua penyebab mengapa perempuan yang berpendidikan tinggi tidak dapat mengakses lingkup pekerjaan seperti k...

Sunat Perempuan: shall we?

Image
Suatu pagi, saya mencuri dengar sebuah obrolan santai antara dua orang ibu-ibu.: dulu anakmu disunat ndak? Anakku mau sunat nih minggu depan sekalian syukuran . Saya mengernyitkan kening. Rasanya sudah lama tidak mendengar soal sunat ini. Mungkin sama dengan umur putri saya, Chiya, selama kurang lebih lima tahun. Saya sendiri baru mendengarnya pertama kali waktu  ikut kuliah Antropologi Wanita dan benar-benar mengetahuinya ketika anak perempuan saya lahir. Karena kami melahirkan di rumah Mbak Sepupu saya, maka segala hal yang berhubungan dengan new born treatment kami ikuti sesuai dengan anjuran mereka. Termasuk soal tindik dan sunat. Jujur, ketika saya diberitahu bahwa bayi saya akan potong rambut sekalian dengan sunat di hari selapanannya (hari ke-35 menurut kalender Jawa) , rasanya aneh . Karena bagi saya sunat hanya berlaku untuk anak laki-laki saja, tidak untuk anak perempuan . Jika pun ada, dalam bayangan saya, sunat perempuan itu ya seperti sunat pada laki...

Homeschool, I'm back :)

Sudah lama rasanya saya sudah tidak mengutak-atik homeschool. Entah ya, kadang persoalan pekerjaan berpengaruh terhadap mood dan performa tubuh. I mean, serious, ketika di kantor sudah lelah bekerja, apalagi pekerjaannya bertentangan dengan kata hati, jangankan mau bersemangat menggapai mimpi, bertahan supaya stay awake sampai jam sembilan malam saja rasanya susaaahh sekali. I’m telling you because I’ve been there before. Really. Waktu itu, jangankan semangat ngajak Chiya belajar, bertahan bisa melek jam sembilan saja prestasi banget deh.   Saya punya ide belajar yang one step forward dan lebih efektif. Tapi ya itu, harus nunggu mood-nya bagus dulu :) Setelah di kantor baru ( feels the new atmosphere with new spirit ), saya kadang punya waktu luang untuk browsing. Daripada browsing gak bermanfaat, jadilah saya mulai berpikir untuk kembali mengaplikasikan teknik belajar homeschool (lagi) pada Chiya. Sebenarnya untuk menerapkannya bisa sendiri sih, tapi rasanya saya butuh eksplor...

Negeri 5 Menara: a movie review

Image
One afternoon we were confused to choose what movie we’d like to watch. Our choice was between Negeri 5 Menara (N5M) and Hugo. Since we didn’t really know Hugo, so our choice goes to N5M. My hubby has the novel, but we haven't read it yet. But I really curious after read some comments and responses from some people who have watched the film which makes me want to watch it . Long story short, the tickets brought us to the movie. The cinema room was not filled for more than one quarter. Some audiences are kids with their mother or family. You can count some couples only by the left hand , me and my hubby included . It’s funny to see how a good movie (or a movie that based-on-a-novel) is not more attractive for some audience s than the pocong-kuntilanak-whatsoever movies , t hough it has the same price . Well, choosing what’s entertaining in a movie is indeed subjective .   Actually, there are some good local movies from good movie makers too. But we have to admit that on...

Puskesmas, suntik dan kontrasepsi

Image
Saya sudah lima tahun langganan kontrasepsi suntik 3 bulan. Dan saya SELALU suntik di Puskesmas. Norak? Biarin. Saya punya apresiasi lebih untuk tenaga dan fasilitas kesehatan di level puskesmas. Sebab saya pernah ikut sebuah riset kecil tentang pelayanan kesehatan (ibu dan anak) dan saya sadar betapa pemerintah sebetulnya sudah melalukan upaya-upaya untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan. Kendalanya? Tentu saja di masyarakat. Tentu saja di mindset yang memposisikan Puskesmas (dan pelayanan kesehatan pemerintah lainnya) seolah-olah "tidak ada apa-apanya" dibanding pelayanan kesehatan swasta. Toh banyak orang yang secara ekonomi relatif tidak bisa meng-cover biaya kesehatan keluarga, sementara di sisi lain mereka gengsi untuk mengakses Jamkesmas atau Askes. Honestly, saya pun tak mau mengeneralisir bahwa pelayanan kesehatan pemerintah adalah 100% lebih baik dibandingkan swasta. Tidak. Toh, saya juga mengalami beberapa hal yang tidak mengenakkan...