book review III: cerita-cerita di dunia Cinderella
Ada dua hal mengapa saya tak pernah sanggup menyelesaikan sebuah buku untuk dibaca. Pertama, karena buku itu terlalu “nyastro” alias kadar sastranya terlampau “keras” untuk seorang penikmat buku biasa seperti saya. Untuk poin pertama ini contohnya adalah Cala Ibi karya Nukila Amal. Sampai sekarang buku itu belum khatam. Kedua, sebaliknya, justru ketika kualitas buku itu terlalu “buruk” sehingga saya tak lagi sanggup membuka lembar per-lembar sampai akhir halaman. Untuk kali ini, sepertinya buku yang akan saya tinjau ini masuk poin yang kedua. Saya takkan mau menyebut nama asli atau nama penanya. Ini saya lakukan hanya agar para penggemar tulisannya tidak merasa terintimidasi oleh tulisan saya ini. Bagaimana pun semua hal tidak pernah bebas nilai. Semua hal tak lepas dari subyektivitas. Namun, betapapun tidak obyektifnya saya, tulisan ini masih layak dinikmati. Hanya sebagai sebuah book review sederhana saja. Dan di sini, saya akan menyebut penulis perempuan ini sebagai Lady Gaga—...